Hilirisasi Nikel Menguntungkan China, Faisal Basri: China Sebagai Entitas Negara Bukan Etnis

- 20 Agustus 2023, 09:51 WIB
Ekonom Faisal Basri
Ekonom Faisal Basri /

RUBLIK DEPOK - Bantah menimbulkan sentimen rasial - Ekonom senior dari UI, Faisal Basri terkait kebijakan hilirisasi nikel di Tanah Air. Yang sebelumnya ia menyebut lebih dari 90 persen keuntungan dari kebijakan tersebut justru mengalir ke Cina. Namun, belakangan ini, kritik tersebut dianggap beberapa pihak berpotensi menimbulkan sentimen rasial anti China. Lewat website pribadinya, faisalbasri.com, ia membantah tanggapan tersebut.

 

Dalam hal ini Faisal Basri menjelaskan bahwa yang dimaksud China tentu bukan etnis melainkan entitas negara

 

"Sebelumnya saya menyebut China, amat jelas bahwa yang dimaksud adalah China sebagai entitas negara. Jadi tidak ada terkandung sentimen ras sama sekali," ucap Faisal, Sabtu, 19 Agustus 2023.

Baca Juga: Pengamat Ekonomi: Keuntungan Hilirisasi Nikel Kecil, Potensi Besar Alami Kerugian!

Di sisi lain, Faisal sudah sejak lama menjadi salah seorang tim pakar di organisasi INTI (Indonesia Tionghoa). Ia berharap fakta tersebut memupus kekhawatiran Yustinus Prastowo, bahwa sebutan Cina bisa menyulut sentimen rasial.

 

Ia menjelaskan kehadiran smelter nikel tidak berada dalam ruang hampa. Oleh karena itu, tidak cukup menganalisisnya secara teknis ekonomi atau teknis bisnis. Masalah ini pun tidak hanya sebatas lingkup nasional, melainkan juga menyangkut dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

Halaman:

Editor: Iswahyudi

Sumber: Faisalbasri.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah