Pria Penerima Cangkok Ginjal Babi Pertama di Dunia Meninggal Setelah 2 Bulan Operasi

- 13 Mei 2024, 12:31 WIB
ilustrasi cangkok ginjal
ilustrasi cangkok ginjal /REUTERS/Joe Carotta

RUBLIK DEPOK - Seorang pria di Amerika Serikat yang menerima transplantasi ginjal babi hasil rekayasa genetika pertama kali dilaporkan meninggal sekitar dua bulan setelah operasi. Rumah sakit yang melakukan operasi mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa transplantasi tersebut menjadi penyebab kematian pria tersebut.

Richard "Rick" Slayman menjalani transplantasi di rumah sakit umum Massachusetts pada bulan Maret ketika usianya 62 tahun. Tim ahli bedah yang melakukan operasi mengungkapkan keyakinan bahwa ginjal babi yang ditransplantasikan akan bertahan setidaknya dua tahun.

Pada hari Sabtu, keluarga dan rumah sakit yang melakukan operasi mengkonfirmasi bahwa Slayman telah meninggal.

"Tim transplantasi dari Mass General sangat berduka atas kepergian Rick Slayman yang begitu tiba-tiba. Kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini terkait dengan transplantasi yang baru-baru ini dilakukannya," ungkap pernyataan resmi rumah sakit tersebut, pada Senin.

Slayman merupakan orang pertama yang menjalani prosedur cangkok ginjal babi. Sebelumnya, ginjal babi telah ditransplantasikan ke penerima yang telah dinyatakan mati otak sebagai bagian dari percobaan.

Keluarga Slayman menggambarkan dia sebagai pria yang baik hati dan sangat peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

"Jutaan orang di seluruh dunia telah mengenal kisah Rick. Kami merasa terhibur dengan optimisme yang selalu dia berikan kepada pasien yang menantikan transplantasi," ujar keluarga dalam pernyataannya.

Para ahli telah lama melakukan penelitian tentang cara mentransplantasikan organ hewan ke manusia dengan aman dan sukses, dengan harapan dapat mengatasi kekurangan organ. Xenotransplantasi, yang merujuk pada penyembuhan pasien manusia dengan organ dari hewan, telah menghadapi hambatan karena sistem kekebalan tubuh manusia seringkali menolak jaringan asing. Namun, upaya terbaru telah melibatkan babi yang telah dimodifikasi genetikanya sehingga organ mereka lebih serupa dengan organ manusia.

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah