Pemerintahan Biden Berupaya Mengamankan Evakuasi Dokter Amerika Terperangkap di Gaza

- 16 Mei 2024, 12:49 WIB
Seorang warga Palestina yang terluka duduk di atas puing-puing di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 9 Mei 2024.
Seorang warga Palestina yang terluka duduk di atas puing-puing di lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 9 Mei 2024. / REUTERS/Hatem Khaled/

RUBLIK DEPOK - Pemerintahan Presiden Joe Biden berusaha keras untuk mengevakuasi sekelompok dokter Amerika Serikat yang terperangkap di Gaza setelah Israel menutup penyeberangan perbatasan Rafah. Informasi ini diungkapkan oleh Gedung Putih pada Rabu (15/5).

Departemen Luar Negeri AS telah menyadari bahwa dokter-dokter Amerika tidak dapat meninggalkan Gaza setelah laporan dari media The Intercept bahwa lebih dari 20 dokter dan tenaga medis Amerika terjebak di sana.

Asosiasi Medis Palestina Amerika, sebuah organisasi nirlaba berbasis di AS, melaporkan bahwa tim mereka yang terdiri dari 19 profesional kesehatan, termasuk 10 warga AS, mengalami penolakan untuk keluar dari Gaza.

Mereka sedang menjalankan misi selama dua minggu untuk memberikan layanan medis di Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, dekat Rafah di Gaza selatan.

Israel telah merebut dan menutup perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir sejak 7 Mei, mengganggu jalur vital bagi orang-orang dan bantuan untuk masuk dan keluar dari daerah yang hancur tersebut.

Karine Jean-Pierre, juru bicara Gedung Putih, mengatakan pada Rabu bahwa pemerintah AS sedang bekerja sama dengan Israel untuk membantu evakuasi warga Amerika yang terperangkap di Gaza. Meskipun situasi di lapangan masih sulit, upaya untuk mengeluarkan para dokter tersebut terus dilakukan.

Meskipun telah memperingatkan Israel untuk tidak melakukan operasi darat militer besar-besaran di Rafah, pemerintahan Biden tetap fokus pada evakuasi dokter Amerika dan menyatakan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan situasi konflik di sana.

Serangan Israel terhadap Gaza telah mengakibatkan kerusakan yang parah, termasuk di rumah sakit di seluruh Gaza, termasuk Rumah Sakit Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza sebelum perang. Operasi kemanusiaan juga terancam terhenti akibat penutupan penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom ke Gaza.

Pekerja kesehatan di Gaza terus berjuang untuk memberikan layanan medis di tengah kondisi yang semakin sulit akibat serangan Israel yang telah berlangsung selama tujuh bulan dan menewaskan puluhan ribu warga Palestina.

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah