Tradisi Simbolik Hari Nakba: Kunci Rumah Palestina sebagai Simbol Perjuangan

- 16 Mei 2024, 13:51 WIB
Peringatan Peristiwa Nakba
Peringatan Peristiwa Nakba /

 

RUBLIK DEPOK - Setiap tahun, pada Hari Nakba, warga Palestina turun ke jalan sambil memegang salah satu peninggalan paling berharga, yang disimpan dan dijaga oleh banyak keluarga dari generasi ke generasi.

Benda tersebut adalah kunci dari rumah tempat tinggal mereka yang dulu. Sejak 75 tahun lalu, mereka diusir dari rumah tersebut dan tidak pernah bisa kembali.

"Mereka menyimpan kunci itu karena ada harapan dan keinginan untuk kembali. Kunci-kunci ini adalah simbol dari rumah-rumah itu, tidak peduli apakah rumahnya masih berdiri atau telah hancur," kata Lubnah Shomali kepada BBC World dari Ramallah, Tepi Barat. Lubnah adalah anggota dewan BADIL, Pusat Sumber Daya Palestina untuk Kewarganegaraan dan Hak Pengungsi.

Lebih dari 750.000 warga Palestina diusir dari rumah mereka dan terpaksa mengungsi setelah Israel mendeklarasikan kemerdekaannya karena Mandat Inggris atas Palestina berakhir pada 14 Mei 1948, dan selama perang Arab-Israel yang dimulai keesokan harinya berlangsung selama 15 bulan.

Peristiwa ini dikenal sebagai Nakba atau "malapetaka" bagi orang Arab, yang diperingati setiap tanggal 15 Mei dengan demonstrasi, di mana kunci memiliki peran yang dominan.

Warga Palestina yang tinggal di wilayah yang berubah menjadi wilayah Israel menuduh tentara Israel dan milisi Zionis mengusir mereka dan tidak pernah diizinkan untuk kembali.

Saat ini, PBB mengakui ada lebih dari 5,9 juta pengungsi Palestina, banyak di antaranya tinggal di kamp-kamp di Yordania, Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon, dan Yerusalem Timur.

"Ada banyak ketakutan di antara komunitas Palestina, begitu banyak yang melarikan diri dengan membawa apa saja yang bisa mereka bawa, termasuk kuncinya. Mereka mengunci rumah karena berpikir, ketika kekerasan mereda, mereka dapat kembali dan melanjutkan hidup mereka," ujar Shomali.

Namun, kembali ke rumah tersebut tidak pernah terjadi bagi banyak warga Palestina. Banyak di antara mereka harus hidup dalam pengasingan dan terus mengenang kenangan akan rumah mereka yang dulu.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah