Truk Bantuan ke Gaza Dilempar dan Dijatuhkan oleh Warga Israel, Mie Instan Indomie Diinjak-injak

- 20 Mei 2024, 14:48 WIB
/

RUBLIK DEPOK - Beberapa warga Israel telah diketahui menghalangi truk yang membawa paket bantuan menuju Gaza. Dalam sebuah video yang viral, terlihat mereka melempar dan menginjak-injak paket bantuan tersebut hingga jatuh ke tanah, menyebabkan ratusan kardus berisi paket bantuan berserakan.

Paket-paket tersebut terlihat berisi Indomie, merek mie instan yang diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBC) di Indonesia.

Kelompok yang menyebut diri mereka "Order 9" mengklaim bertanggung jawab atas tindakan tersebut dengan alasan mencegah pasokan makanan sampai ke Hamas di Gaza.

Mereka menegaskan bahwa selama Hamas masih mengendalikan distribusi bantuan di Gaza, mereka tidak akan tertarik pada kesepakatan untuk membebaskan lebih dari 100 sandera.

Di tempat lain, empat pengunjuk rasa termasuk seorang anak di bawah umur telah ditangkap di pos pemeriksaan Tarqumiya, sebelah barat Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel. Hal ini terjadi setelah protes serupa minggu lalu yang berakhir dengan penahanan empat orang.

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) melaporkan peningkatan penjualan bersih mie instan sebesar 6,2% secara tahunan pada tahun 2023, mencapai Rp 50,44 triliun. Mie instan menyumbang 72,48% terhadap total pendapatan ICBP sepanjang tahun tersebut.

Selain mie instan, penjualan neto ICBP juga berasal dari produk dairy (13,44%), makanan ringan (6,25%), penyedap makanan (5,41%), nutrisi dan makanan khusus (1,79%), dan minuman (2,37%). Laba usaha segmen mie instan mencapai 26,31% dari penjualan neto, setara dengan Rp 12,95 triliun, dengan mie instan menyumbang 87,65% terhadap laba usaha segmen tersebut.

ICBP memiliki lebih dari 30 merek yang didistribusikan secara nasional, termasuk 6 merek mi instan, di antaranya adalah Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Sakura, dan Mie Telur Cap Tiga Ayam.

Perusahaan ini juga melakukan pengapalan produk ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dengan memiliki 60 pabrik di berbagai wilayah utama Indonesia dan 20 fasilitas produksi mi instan di Malaysia, Afrika, Timur Tengah, dan negara Balkan.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah