Menelusuri Fakta Kecelakaan Helikopter yang Menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi di Azerbaijan

- 22 Mei 2024, 01:15 WIB
Presiden Iran Ebrahim Raisi saat mengunjungi pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Bandar Abbas, Iran selatan.
Presiden Iran Ebrahim Raisi saat mengunjungi pangkalan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Bandar Abbas, Iran selatan. /

RUBLIK DEPOK - Presiden Iran Ebrahim Raisi telah dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter pada Minggu (19/5/2024). Insiden tragis ini terjadi di provinsi Azerbaijan Timur, utara Iran, di mana helikopter yang ditumpangi oleh Raisi jatuh. Tidak hanya Raisi, beberapa pejabat senior Iran yang ikut dalam perjalanan tersebut juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Menurut laporan, terdapat tujuh orang pendamping Ebrahim Raisi yang ikut dalam helikopter tersebut. Mereka termasuk Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian, Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati, dan Ayatollah Mohammad Ali Al-Hashem, yang merupakan perwakilan Pemimpin Iran Khamenei untuk Azerbaijan Timur. Selain itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami, juga mengidentifikasi beberapa korban lainnya, seperti Brigjen IRGC Mohammad Mehdi Mousavi sebagai kepala tim keamanan presiden, pilot Kolonel Mohsen Daryanush, Kolonel Seyyed Taher Mostafavi, serta teknisi Mayor Behrouz Qadimi.

Ebrahim Raisi awalnya terbang ke provinsi Azerbaijan Timur untuk meresmikan bendungan Qiz Qalasi dan Khoda Afarin, proyek pembangkit listrik tenaga air yang merupakan kerjasama antara Iran dan Azerbaijan di sungai Aras. Selanjutnya, dalam agenda berikutnya, Raisi dijadwalkan akan meresmikan proyek kilang minyak Tabriz.

Kecelakaan helikopter terjadi di kawasan lindung Dizmar, koridor satwa liar yang berbatasan dengan Azerbaijan. Cuaca buruk diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Helikopter yang digunakan oleh Raisi adalah Bell 212.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyampaikan duka cita atas kecelakaan tersebut dan menetapkan lima hari berkabung di Iran. Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber akan ditunjuk sebagai presiden sementara sesuai dengan konstitusi, sementara pemilihan presiden baru dijadwalkan dalam waktu 50 hari.

Tanggapan terhadap kematian Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter juga diberikan oleh dunia internasional. Negara-negara seperti Rusia, Turki, dan India menawarkan bantuan setelah mendengar kabar hilangnya helikopter yang membawa Raisi. Reaksi belasungkawa juga datang dari proksi regional, seperti Hamas dan Hizbullah.

Sementara itu, Amerika Serikat belum memberikan komentar terbuka terkait insiden tersebut. Kejadian ini telah menarik perhatian dunia internasional atas kehilangan Presiden Iran yang baru saja menjabat.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah