Kenali Faktor-Faktor Penyebab Kejahatan Melalui Kriminologi dan Penologi Menurut Sutherland

- 10 Mei 2024, 17:27 WIB
Sutherland, seorang ahli kriminologi asal Amerika Serikat
Sutherland, seorang ahli kriminologi asal Amerika Serikat /

RUBLIK DEPOK - Salah satu tokoh yang membagi bahan kriminologi menjadi dua bagian adalah Sutherland, seorang ahli kriminologi asal Amerika Serikat. Ia membagi kriminologi menjadi kriminologi dan penologi, dua bidang yang sangat penting dalam memahami kejahatan.

Kriminologi adalah ilmu yang mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan. Dalam kriminologi, Sutherland berfokus pada studi tentang penyebab kejahatan dan bagaimana kejahatan dapat dicegah.

Ia percaya bahwa kejahatan dapat dipahami melalui analisis sosial, ekonomi, dan psikologis.

Sutherland juga menekankan pentingnya lingkungan sosial dan pengaruh dari kelompok-kelompok tertentu dalam terjadinya kejahatan.

Di sisi lain, penologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sistem peradilan pidana dan hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan. Penologi berfokus pada rehabilitasi, detterence, dan retribusi sebagai bentuk hukuman yang sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan.

Sutherland menganggap penologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kriminologi, karena hukuman yang diberikan kepada pelaku kejahatan juga dapat mempengaruhi tingkat kejahatan di masyarakat.

Dalam kajiannya tentang kriminologi dan penologi, Sutherland menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dan multidisiplin dalam memahami kejahatan.

Menurutnya, kejahatan tidak dapat dipahami secara terisolasi dari faktor-faktor lain yang mempengaruhi individu dan masyarakat. Kedua bidang tersebut harus saling berintegrasi untuk dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kejahatan.

Selain itu, Sutherland juga menekankan pentingnya pencegahan kejahatan melalui pendidikan dan pengawasan yang tepat.

Menurutnya, pendidikan dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai moral dan etika, serta meminimalkan faktor risiko yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan kejahatan. Sedangkan pengawasan yang efektif dapat mencegah kejahatan dengan cara mengurangi kesempatan dan meningkatkan rasa takut akan hukuman.

Dari sudut pandang Sutherland, kriminologi dan penologi merupakan dua bidang yang saling melengkapi dalam pemahaman tentang kejahatan. Kriminologi mempelajari penyebab kejahatan, sementara penologi mengkaji tentang sistem hukum dan pencegahan kejahatan.

Kedua bidang ini memiliki peran penting dalam upaya untuk menciptakan masyarakat yang aman dan bebas dari kejahatan.

Dalam kaitannya dengan Indonesia, pemikiran Sutherland tentang kriminologi dan penologi dapat diterapkan dengan mengembangkan sistem hukum yang adil dan efektif, serta meningkatkan pendidikan dan pengawasan yang sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

Hal ini dapat membantu mencegah kejahatan di masyarakat dan menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemikiran Sutherland tentang kriminologi dan penologi memberikan kontribusi yang besar dalam memahami kejahatan dan menciptakan solusi yang tepat untuk mencegahnya.

Kedua bidang ini harus dipelajari secara bersama-sama dan diterapkan secara holistik untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu menciptakan masyarakat yang lebih aman dan damai dari ancaman kejahatan.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah