Jejak Sejarah Orang Kalang: Dari Tukang Kayu hingga Abdi Dalem di Mataram

- 15 Mei 2024, 07:13 WIB
Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam /sman 13 semarang

Di tengah kesulitan yang dihadapi, orang Kalang tetap mempertahankan budaya dan tradisi mereka. Mereka juga turut serta dalam membangun dan memperkuat kehidupan masyarakat di Jawa, terutama dalam bidang pertukangan kayu. Kehadiran mereka memberi warna dan kekayaan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Jawa.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kelompok orang Kalang merupakan bagian penting dari sejarah dan perkembangan masyarakat di Jawa. Meskipun kini sudah jarang ditemukan di tengah hutan, namun mereka tetap dikenang dan dihargai atas peran dan kontribusinya dalam memperkuat kehidupan masyarakat Jawa.

Kerajinan Ukir Emas Perak

Penamaan "kalang" sebenarnya berasal dari bahasa Kawi atau bahasa Jawa kuno yang berbunyi "kepalang" yang artinya terpisah atau terhalang. Mereka memisahkan diri dari masyarakat umum semenjak adanya migrasi besar-besaran ras Austronesia ke Nusantara yang melahirkan suku-suku moderen saat ini, salah satunya adalah suku Jawa.

Wong Kalang datang ke bumi Mataram Islam pada abad ke-17. Awalnya, mereka membuka hutan yang disebut Alas Mentaok. Alas Mentaok berada di sisi timur pusat kerajaan Mataram Islam. Kemudian wilayah ini berkembang menjadi permukiman penduduk.

YouTube/Eka Tanjung

Kemahiran Wong Kalang dalam mengembangkan kerajinan ukir emas dan perak berhasil membuat permukiman tersebut sebagai sentra kerajinan emas dan perak sejak masa kejayaan Sultan Agung.

Kepandaian mereka berhasil menjadikan wong-wong Kalang ini menjadi saudagar yang kaya raya. Terlihat dari rumah-rumah besar dengan interior khas Jawa, China, dan Belanda milik wong-wong Kalang yang masih dapat dikunjungi hingga saat ini.

Dengan cepat, wong-wong Kalang kemudian berubah menjadi tuan tanah dan tempat orang-orang sekitar pada zaman itu meminjam uang. Hal ini membuat wong Kalang membentuk komunitas sosial mereka sendiri.

Wong Kalang biasanya hanya akan menikah sesama wong Kalang. Pernikahan sesama kerabat Kalang bertujuan untuk mempertahankan harta kekayaan keluarga yang mereka punya, sehingga harta kekayaan keluarga tidak jatuh ke orang luar atau orang non-Kalang.

Sebagian besar generasi muda Kalang lebih tertarik menjadi pedagang atau pengusaha daripada pegawai. Selain itu, mereka merasa wajib memperoleh keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah