Mengatasi Rasa Takut dan Ketidakpuasan Masyarakat dengan Hukuman Pidana: Pemikiran Johann Friedrich Herbart

- 19 Mei 2024, 00:55 WIB
ilustrasi kejahatan
ilustrasi kejahatan /Dk/MALANGRAYA.CO

RUBLIK DEPOK - Kejahatan selalu menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Tidak hanya menimbulkan rasa takut, tetapi juga ketidakpuasan terhadap kondisi yang ada. Hal ini dikarenakan kejahatan seringkali mengganggu ketentraman dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi ketidakpuasan masyarakat yang disebabkan oleh kejahatan, perlu adanya hukuman pidana terhadap pelaku kejahatan tersebut. Pernyataan ini dikemukakan oleh seorang filsuf Jerman, Johann Friedrich Herbart.

Herbart merupakan salah satu tokoh yang mempelajari filsafat hukum. Menurutnya, kejahatan yang dilakukan oleh seseorang harus dihukum agar dapat menghilangkan ketidakpuasan yang dirasakan oleh masyarakat.

Dengan memberikan hukuman pidana, diharapkan pelaku kejahatan tersebut dapat menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi tindakan yang merugikan masyarakat.

Hukum pidana merupakan salah satu bentuk penegakan hukum yang berfokus pada pemuliaan dan perlindungan masyarakat. Dalam sistem hukum pidana, pelaku kejahatan akan dijatuhi hukuman yang setimpal dengan tindakan yang dilakukannya.

Tujuan dari hukuman pidana ini adalah untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan serta memberikan rasa keadilan bagi korban dan masyarakat.

Namun, dalam penerapan hukum pidana, perlu diperhatikan juga bahwa hukuman yang dijatuhkan tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Hukuman yang diberikan harus tetap sesuai dengan tingkat kesalahan dan tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan oleh undang-undang. Selain itu, proses peradilan juga harus dilakukan secara adil dan transparan, agar tidak menimbulkan ketidakpuasan baru bagi masyarakat.

Pada kenyataannya, penerapan hukum pidana tidak selalu dapat menghilangkan ketidakpuasan masyarakat sepenuhnya. Masih ada kasus-kasus yang menimbulkan kontroversi dan ketidakpuasan, terutama ketika hukuman yang dijatuhkan dianggap tidak sebanding dengan tindakan yang dilakuka

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah