Teori Perdata: Mengapa Setiap Individu Harus Bertanggung Jawab atas Tindakan dan Perbuatan

- 19 Mei 2024, 01:04 WIB
Ilustrasi Hukum Perdata.
Ilustrasi Hukum Perdata. /

RUBLIK DEPOK - Dalam ajaran sebab akibat, Teori Perdata boleh dikatakan sama dengan teori yang mempertimbangkan pertanggungjawaban dan pemenuhan kewajiban dari setiap individu yang terlibat dalam suatu peristiwa hukum.

Teori Perdata ini juga dikenal sebagai “teori yang cukup” atau “adequate theory” yang dikemukakan oleh ahli hukum Jerman, Emil von Kries.

Konsep dasar dari Teori Perdata adalah bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakan dan perbuatan yang dilakukannya. Dengan demikian, jika seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan kerugian kepada orang lain, maka orang tersebut harus menanggung akibat dari tindakannya tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mendorong setiap individu untuk bertanggung jawab atas tindakannya dan meminimalisir risiko terjadinya kerugian akibat dari tindakan tersebut.

Teori Perdata juga menekankan pentingnya pemenuhan kewajiban. Pemenuhan kewajiban ini berarti bahwa setiap individu harus memenuhi kewajiban-kewajibannya yang telah ditetapkan oleh hukum.

Jika seseorang tidak memenuhi kewajibannya, maka individu tersebut dapat dikenai sanksi atau dikenai kewajiban untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat dari ketidakmampuan untuk memenuhi kewajibannya.

Dalam Teori Perdata, ada dua jenis kewajiban yang harus dipertimbangkan, yaitu kewajiban yang timbul dari perjanjian (contractual obligation) dan kewajiban yang timbul dari hukum (legal obligation).

Kewajiban yang timbul dari perjanjian adalah kewajiban yang dibuat secara sukarela oleh para pihak yang terlibat, sedangkan kewajiban yang timbul dari hukum adalah kewajiban yang ditetapkan oleh hukum dan harus dipatuhi oleh semua individu.

Teori Perdata juga mengakui adanya prinsip keadilan dan kebebasan dalam mengambil keputusan. Prinsip keadilan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap individu dapat memperoleh perlakuan yang adil dan setara tanpa diskriminasi. Sedangkan prinsip kebebasan bertujuan untuk memberikan kebebasan bagi individu untuk membuat keputusan yang sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan mereka.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah