Food Estate Jokowi Gagal: Proyek Mangkrak dan Jutaan Hektar Hutan Gundul, Ancaman Krisis Iklim!

- 7 Agustus 2023, 02:13 WIB
Penampakan Hutan gundul Gunung Mas Kalimantan Tengah
Penampakan Hutan gundul Gunung Mas Kalimantan Tengah /Greenpeace Indonesia /

RUBLIK DEPOK - Food estate merupakan istilah populer dari kegiatan usaha budi daya tanaman skala luas di atas 25 hektare (ha) yang dilakukan dengan konsep pertanian sebagai sistem industrial yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), modal, serta organisasi dan manajemen modern.

Konsep dasar food estate diletakkan atas dasar keterpaduan sektor dan subsektor dalam suatu sistem agribisnis dengan memanfaatkan sumberdaya secara optimal dan lestari, dikelola secara profesional, didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan dan kelembagaan yang kokoh.

Food estate diarahkan kepada sistem agribisnis yang berakar kuat di pedesaan berbasis pemberdayaan masyarakat adat/lokal yang merupakan landasan dalam pengembangan wilayah. Komoditi prioritas yang akan dikembangakan dalam food estate ini adalah padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi atau ayam.

Food estate atau lumbung pangan merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional pada lahan seluas 165.000 ha. Pada tahun 2020, dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0, seperti dikutip dari laman pertanian.go.id, Senin, 30 Januari 2023

Demi mencegah ancaman krisis pangan, Joko Widodo menggagas program Food Estate di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Food estate atau lumbung pangan merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional pada lahan seluas 165.000 ha. Pada tahun 2020, dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0.

Komoditi prioritas yang dikembangkan dalam program food estate meliputi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi atau ayam.

Namun, Proyek yang menjadi salah satu program Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut gagal, kenyataan pahitnya jutaan hektar telah dibabat, proyek mangkrak dan tidak memghasilkan ketahanan pangan justru kerusakan lingkungan.

Dalam rincian kegagalan food estate ialah:

Halaman:

Editor: Iswahyudi

Sumber: Berbagai Sumber greenpeace indonesia


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah