Polusi Udara DKI Jakarta Semakin Krisis, Penyakit Gangguan Pernafasan Meningkat

- 15 Agustus 2023, 13:29 WIB
Jawaban Soal IPA Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Adalah Infeksi yang Menyerang Satu Komponen
Jawaban Soal IPA Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Adalah Infeksi yang Menyerang Satu Komponen /Pexels.com/ Cottonbro Studio/

RUBLIK DEPOK - Santer tersiar kabar bahwa Jakarta kembali menjadi salah satu kota dengan kualitas udara yang sangat buruk. Pada 8 Agustus 2023, kualitas udara Jakarta berada di angka 154 dan menduduki posisi kedua setelah Dubai sebagai kota dengan udara terkotor di dunia.

Anggota Dewan Penasihat IDI, Prof Zubairi Djoerban mengatakan kualitas udara yang buruk ditambah dengan cuaca panas menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Kondisi buruk ini akan semakin berbahaya bagi orang yang mempunyai penyakit terkait Paru, Jantung hingga Stroke dan usia lanjut.

Dampak kualitas udara yang buruk untuk kesehatan tentunya juga bisa sangat terasa pada sistem pernapasan. Bukan tanpa alasan, ini karena udara selalu masuk ke paru-paru melalui hidung. Apabila udara yang masuk ke saluran pernapasan mengalami kontaminasi, zat-zat berbahaya juga bisa masuk ke paru-paru dan memicu terjadinya kerusakan jaringan di bagian dalamnya. 

Dampaknya, masyarakat akan lebih berisiko mengalami berbagai gangguan pernapasan. Misalnya asma, emfisema, infeksi saluran napas, dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Selain itu, paparan polutan juga dapat mengakibatkan bronkitis kronis.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, sepanjang Januari-Juni 2023 ada 638.291 kasus ISPA.

Rinciannya, Januari sebanyak 102.609, Februari 104.638, Maret 119.734, April 109.705, Mei 99.130, dan Juni 102.475 kasus.

Menurut Ngabila pola kasus ISPA akan sama dari tahun ke tahun yakni mulai meningkat pada September, kemudian puncaknya di Oktober sampai November.

Penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya korelasi langsung antara perburukan kualitas udara dan peningkatan pasien asma yang masuk ke IGD. Seperti riset yang dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Rumah Sakit Persahabatan pada 2019. Begitupun saat polutan PM2.5 maupun PM10 meningkat di Jakarta, jumlah pasien penyakit paru kronis juga meningkat. Tidak hanya itu, pada kondisi yang sama, konsultasi melalui telemedecine terkait ISPA dan asma naik 100-200 persen.

Namun, menurut Agus, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, ada dampak jangka panjang yang tak kalah mengerikan bila kita terpapar polusi setiap hari, yaitu penurunan fungsi paru. Penurunan fungsi paru secara normal adalah 28 mililiter per tahun. Jika terpapar polutan, bisa mencapai 50-60 militer per tahun.

Agus menuturkan remaja penderita asma di Jakarta juga lebih banyak, yakni sekitar 12,7 persen, dan hanya 7 persen di daerah pedesaan yang minim polutan. Selain itu, paparan polutan selama bertahun-tahun juga meningkatkan ancaman terkena kanker dan jantung koroner. Hal itu dapat terjadi karena polutan banyak mengandung zat pemicu kanker, bahkan saat PM2.5 masuk ke peredaran darah dan mengakibatkan peradangan sistemik.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah