IKN Berpotensi Besar Rusak Kehidupan Satwa dan Kawasan Hutan Mangrove

- 6 Maret 2024, 17:10 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau _groundbreaking_ Gedung BPJS Kesehatan, di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat, 1 Maret 2024.
Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama atau _groundbreaking_ Gedung BPJS Kesehatan, di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat, 1 Maret 2024. /Biro pers setpres /

 

RUBLIK DEPOK - Potensi bencana dan konflik satwa di IKN menjadi sorotan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia. Pasalnya, pembangunan IKN menyebabkan deforestasi di kawasan tersebut. Belakangan, penyusutan hutan di kawasan IKN juga disorot satelit National Aeronautics and Space Administrationcode (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

 

Satelit NASA memotret perbandingan kawasan hutan Kalimantan pada April 2022 dengan kondisi terbaru pada Februari 2024. Potret deforestasi itu dirilis NASA melalui laman Earth Observatory Nasa dengan judul "Nusantara: A New Capital City in the Forest". Dalam rilis itu disebutkan, sejak musim panas 2022, hutan di Kalimantan Timur mengalami perubahan pesat.

 

Pengkampanye Hutan dan Kebun Walhi Indonesia, Uli Arta Siagian, mengatakan temuan NASA memvalidasi peringatan yang sebelumnya disampaikan Walhi kepada pemerintah. Uli mengatakan, pembukaan lahan secara luas otomatis membuat tutupan lahan hilang sehingga dapat memicu banjir maupun tanah longsor. Sebab, hutan kehilangan fungsinya sebagai tempat penahan air.

 

Tak cuma potensi banjir, Uli menyebut deforestasi bisa memicu konflik satwa. Sebab, kawasan yang dibangun menjadi IKN merupakan habitat flora dan fauna yang beragam. Ada beberapa hewan endemik, seperti orang utan dan pesut yang juga dilindungi pemerintah.

 

"Ketika habitat satwa liar itu rusak, maka memicu konflik satwa dan manusia. Intensitas konflik itu juga bisa semakin tinggi," kata Uli.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah