Perintah Terbaru untuk Seluruh Sekolah di Jateng: Larang Study Tour Demi Keamanan Murid

- 15 Mei 2024, 08:52 WIB
ilustrasi Study Tour,
ilustrasi Study Tour, /Dok. ANTARA FOTO/

RUBLIK DEPOK - Sebagai respons atas kecelakaan yang menimpa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 11 Mei kemarin yang mengakibatkan sejumlah siswa tewas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah kembali menegaskan larangan bagi sekolah negeri, baik SMA maupun SMK di provinsi ini, untuk mengadakan study tour.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, "Kami telah mengeluarkan nota dinas nomor 421.7/00371/SEK/III/2024 yang menegaskan larangan bagi sekolah negeri SMA dan SMK untuk menyelenggarakan kegiatan study tour. Sekolah yang melanggar larangan ini akan dikenai sanksi tegas."

Menurut Uswatun Hasanah, larangan terhadap kegiatan study tour tersebut diberlakukan karena tidak ada kurikulum sekolah yang mewajibkan adanya piknik. Meskipun kegiatan ini telah menjadi budaya lama, namun setelah terjadi kecelakaan di Subang, larangan tersebut perlu ditegaskan kembali.

Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa pelarangan study tour tidak hanya untuk mencegah bahaya kecelakaan di perjalanan, tetapi juga untuk menghindari potensi penyimpangan anggaran yang dapat merugikan sekolah serta tidak berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

"Dalam kegiatan study tour, sekolah sulit bertanggung jawab saat terjadi musibah kecelakaan, dan kegiatan tersebut tidak memberikan dampak signifikan pada proses pembelajaran siswa," ujar Uswatun Hasanah.

Selama tahun 2024, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah telah beberapa kali membatalkan kegiatan study tour di beberapa sekolah. Ancaman sanksi tegas akan diterapkan bagi sekolah yang tetap melanggar larangan ini, termasuk pembinaan kepada kepala sekolah dan pengembalian arus keuangan yang digunakan untuk kegiatan tersebut.

Uswatun Hasanah menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran di luar sekolah yang terkait dengan materi pembelajaran tetap diperbolehkan, seperti siswa SMA belajar sejarah di museum atau tempat bersejarah, serta program praktek industri bagi siswa SMK. Namun, pihaknya akan terus memantau agar kegiatan ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan piknik belaka.

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah