YLKI: Tapera Tidak Sesuai Harapan Masyarakat, Evaluasi Ulang Diperlukan

- 11 Juni 2024, 19:01 WIB
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi. /Kabar-Priangan.com/Istimewa

RUBLIK DEPOK - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah untuk menghapus program tabungan perumahan rakyat (Tapera).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, yang menyatakan bahwa dorongan ini sesuai dengan permintaan yang berkembang di masyarakat karena merasa tidak setuju dan terbebani dengan program tersebut.

"Kami melihat lebih banyak aspek negatif daripada positif terkait kebijakan ini," ujar Tulus dalam diskusi kelompok fokus (FGD) mengenai Tapera pada Selasa (11/6/2024). "Saya rasa perlu dilakukan evaluasi ulang dan penundaan atau bahkan pembatalan sesuai dengan tuntutan masyarakat," tambahnya.

Menurut Tulus, YLKI mendukung tuntutan ini karena melihat minimnya partisipasi publik dalam proses pembuatan kebijakan Tapera oleh pemerintah.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan besar terjadinya penolakan yang luas dari masyarakat. "Ini menunjukkan eskalasi dari masyarakat yang mungkin tidak dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan, atau tidak memiliki pengetahuan produk yang memadai," kata Tulus.

Selain itu, lanjut Tulus, penerapan Tapera dianggap tidak sesuai dengan nilai dan harapan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Masyarakat menganggap bahwa subsidi untuk hunian seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Namun, dengan adanya Tapera, masyarakat menjadi harus menanggung beban subsidi yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Masyarakat mengklaim bahwa subsidi adalah tanggung jawab pemerintah, bukan masyarakat. Namun, mengapa masyarakat harus menanggung subsidi tersebut? Seharusnya subsidi tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 yang mengatur iuran Tapera untuk ASN dan pegawai swasta.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah