Selidiki Pemecatan Ratusan Nakes di Manggarai, Kemenkes Ingatkan Pemda Standar Jumlah Nakes yang Dipekerjakan

- 12 April 2024, 20:41 WIB
Ilustrasi nakes Manggarai NTT yang tuntut gaji lalu dipecat, Tretan Muslim prihatin dengan nasibnya.
Ilustrasi nakes Manggarai NTT yang tuntut gaji lalu dipecat, Tretan Muslim prihatin dengan nasibnya. /Unsplash/JESHOOTS.COM/

RUBLIK DEPOK - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menyelidiki alasan di balik pemecatan ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemecatan ini terjadi setelah para nakes melakukan protes terkait perpanjangan kontrak, kenaikan upah, dan penambahan kuota seleksi PPPK.

Kemenkes belum mengetahui pasti penyebab pemecatan tersebut. "Sedang dicek di sana permasalahannya apa," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. Kamis (11/4).

Kemenkes memiliki standar jumlah nakes di Rumah Sakit dan Puskesmas. Namun, setiap daerah memiliki kemampuan fiskal yang berbeda. Jumlah nakes yang dipekerjakan harus sesuai dengan kemampuan keuangan daerah tersebut.

"Dan tentang pengangkatan nakes di daerah itu kewenangan di Pemda setempat sesuai dengan ketersediaan anggaran pemda setempat," jelas Nadia.

Sebelumnya, Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit memecat 249 nakes dengan tidak memperpanjang Surat Perintah Kerja (SPK) 2024. Pemecatan ini dilakukan karena para nakes menuntut perpanjangan SPK, kenaikan upah, dan penambahan kuota PPPK. Selasa (9/4)

Kemenkes berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah daerah dan nakes di Manggarai.

"Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah daerah dan nakes. Tentunya dengan mengedepankan dialog dan musyawarah," tutup Nadia.

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah