Kisah Ilham Mahmudi: Pejuang Lingkungan yang Dijerat Hukum Karena Melindungi Hutan Mangrove di Langkat

- 11 Mei 2024, 18:47 WIB
Ilham Mahmudi, pecinta lingkungan yang berjuang menjaga hutan lindung mangrove di Langkat agar tak jadi kebun sawit, malah kena jerat hukum. Kini dia dalam tahanan Polres Langkat.
Ilham Mahmudi, pecinta lingkungan yang berjuang menjaga hutan lindung mangrove di Langkat agar tak jadi kebun sawit, malah kena jerat hukum. Kini dia dalam tahanan Polres Langkat. /Foto: Ayat S Karokaro//Mongabay Indonesia


RUBLIK DEPOK - Ilham Mahmudi, seorang pecinta lingkungan yang berjuang untuk menjaga hutan lindung mangrove di Langkat agar tidak berubah menjadi kebun sawit, akhirnya terjerat hukum.

Beberapa tahun yang lalu, Samsul dan Samsir juga mengalami nasib serupa, di mana para penjaga hutan mangrove harus berhadapan dengan hukum.

Pada 18 April lalu, Ilham sedang santai di teras rumahnya di Dusun II, Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Seorang pria berusia 40 tahun ini baru saja bertemu dengan sejumlah warga dan berdiskusi tentang upaya penyelamatan hutan mangrove yang terancam menjadi kebun sawit.

Suasana tenang di dusun tersebut, dengan warga yang sesekali melintas menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Masyarakat desa itu memanggil Ilham sebagai pejuang hutan mangrove karena dia sering bersuara keras dan protes terhadap para perambah hutan mangrove di Langkat, termasuk di desanya. Namun, tidak sedikit pihak yang menganggapnya sebagai ancaman karena dianggap mengganggu bisnis mereka.

Pada siang itu, ketika akan menutup pintu rumahnya, tiba-tiba sekelompok pria berbadan tegap dan berpakaian preman masuk ke dalam rumah. Di luar dapur rumah, terlihat empat orang berjaga.

Adik Ilham yang sedang berada di dapur kaget dengan kehadiran belasan orang asing tersebut. Mereka mengaku sebagai anggota polisi.

Tanpa menunjukkan identitas atau surat perintah penangkapan, para pria tersebut langsung membawa Ilham ke dalam mobil. Meskipun Ilham mencoba memberontak dan menolak masuk ke dalam mobil, namun dia akhirnya dipaksa masuk dan mobil melaju dengan cepat.

"Ilham dibawa tanpa penjelasan oleh orang-orang yang mengaku sebagai polisi. Saat ditanya tentang surat penangkapan, mereka mengabaikannya. Ilham ditangkap seperti penjahat berbahaya," ujar Nuzul, adik Ilham, menjelang akhir April.

Padahal, Ilham adalah seseorang yang memperjuangkan lingkungan, termasuk dalam menjaga hutan mangrove di desa agar tidak terus hancur.

Halaman:

Editor: Iswahyudi

Sumber: Mongabay Indonesia


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah