Mendesak! Mahasiswa Universitas Brawijaya Serukan Perubahan Kebijakan UKT yang Mencekik

- 22 Mei 2024, 19:10 WIB
/
 

RUBLIK DEPOK - Gelombang protes kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) terus terjadi di beberapa kampus di Tanah Air. Kali ini, mahasiswa Universitas Brawijaya turut bergabung dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Gedung Rektorat. Namun, aksi yang semula diharapkan berjalan damai justru berujung pada kekerasan saat mahasiswa memaksa masuk ke Gedung Rektorat. (22/5)

Baca Juga: UKT Mahal, Kemendikbudristek Umumkan Penggunaan Anggaran Fungsi Pendidikan di APBN 2024

Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut meminta untuk bertemu langsung dengan Rektor Universitas Brawijaya yang sedang tidak berada di kampus saat itu. Namun, akhirnya Wakil Rektor II Universitas Brawijaya mengambil langkah untuk menemui mahasiswa tersebut. Dengan harapan dapat menenangkan situasi, Wakil Rektor II berjanji akan membawa aspirasi mahasiswa kepada Rektor secepatnya.

Meskipun perjanjian tersebut telah dibuat, mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa tetap menegaskan bahwa mereka akan kembali melakukan demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh Rektor. Mereka menuntut agar kenaikan UKT yang memberatkan ini ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

Baca Juga: Generasi Z dan Tantangan Pengangguran: Faktor Penolakan dalam Melamar Pekerjaan

Protes kenaikan UKT bukanlah hal yang baru di kalangan mahasiswa. Beberapa kampus lain juga telah menggelar aksi serupa sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan tersebut. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tentu memperjuangkan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang terjangkau dan sesuai dengan kemampuan.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah