Kisah Pilu 1.000 Buruh Pabrik di Bandung Raya yang Terkena PHK dalam Tiga Bulan, Masih Mengaggur Hingga Kini

- 6 Juni 2024, 09:01 WIB
Ilustrasi Buruh pabrik berjalan sehabis bekerja
Ilustrasi Buruh pabrik berjalan sehabis bekerja /

RUBLIK DEPOK - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mencatat bahwa sekitar 1.000 pekerja pabrik di Bandung Raya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) selama rentang waktu Maret hingga Mei 2024.

Ketua KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto, mengungkapkan, "Sejak bulan puasa hingga saat ini, sekitar 1.000 anggota SPSI di Bandung Raya terkena PHK."

Data ini mencakup pabrik-pabrik di wilayah tersebut, termasuk di antaranya PT Alenatex di Jalan Moh Toha, Kota Bandung. Diperkirakan sekitar 700 pekerja di pabrik tersebut terdampak akibat kemungkinan penutupan pabrik.

Namun, Roy menegaskan bahwa status penutupan PT Alenatex masih dalam proses dan belum ada kepastian mengenai penutupan tersebut. Banyak perusahaan yang tidak transparan terkait proses PHK ini, sehingga sulit bagi KSPSI untuk mengidentifikasi PHK terhadap pekerja yang bukan anggota SPSI.

“Kalau di luar anggota SPSI saya tidak tahu, karena kebanyakan perusahaan PHK secara diam diam,” imbuh dia.

Di sisi lain, gelombang PHK terus terjadi di Jawa Barat. Firman Desa, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2023 hingga April 2024, telah terdapat 741.000 pekerja yang mengalami PHK di Jawa Barat.

Dari data BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, Firman menjelaskan bahwa mayoritas pemutusan hubungan kerja terjadi di sektor perdagangan jasa dan industri.

Beberapa perusahaan yang dilaporkan tutup termasuk Bata, Dean Shoes, dan lainnya. Wilayah-wilayah seperti Karang, Bekasi, dan Bogor menjadi pusat PHK, sementara Bandung Raya juga terdampak dengan adanya PHK namun tidak sebanyak wilayah lain.

Dari total 741.000 pekerja yang terkena PHK, hanya sekitar 21,7 persen yang telah kembali bekerja. Sementara sekitar 78 persen atau sekitar 577.000 orang masih menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan baru.

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub