Netizen soal Tapera 'Ini mah Akal-akalan Pemerintah'

- 29 Mei 2024, 09:33 WIB
Ilustrasi Tapera
Ilustrasi Tapera /Freepik/

RUBLIK DEPOK - Penggajian karyawan di Indonesia akan mengalami potongan sebesar 3% setiap bulannya untuk dimasukkan ke dalam tabungan perumahan rakyat (tapera). Setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan karyawannya ke tapera paling lambat pada tahun 2027.

Peraturan terkait tapera ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 yang mengubah PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada tanggal 20 Mei 2024.

Dalam Pasal 5 PP Tapera, dijelaskan bahwa setiap pekerja dengan usia minimal 20 tahun atau sudah menikah yang memiliki penghasilan setidaknya sebesar upah minimum wajib menjadi peserta Tapera. Selain itu, Pasal 7 menentukan bahwa berbagai jenis pekerja, termasuk PNS, ASN, TNI-Polri, BUMN, pekerja swasta, dan pekerja lainnya yang menerima gaji atau upah, wajib menjadi peserta Tapera.

Potongan gaji untuk tapera ini telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia, terutama di media sosial. Banyak netizen mengkritik ketentuan potongan 3% tersebut, terutama bagi pekerja mandiri seperti sopir ojek online, taksi, dan lainnya. Mereka mempertanyakan apakah upah minimum yang sudah sulit mencukupi kebutuhan sehari-hari harus ditambah dengan potongan tersebut.

Beberapa netizen juga membuat perhitungan terkait potongan tersebut, misalnya untuk gaji sebesar Rp 6 juta yang dipotong 3% untuk tapera sebesar Rp 180.000 per bulan. Dalam 10 tahun, jumlahnya mencapai Rp 21,6 juta. Namun, ketika mempertimbangkan inflasi, jumlah tersebut dianggap tidak cukup untuk DP rumah.

Netizen menilai bahwa potongan 3% untuk pekerja dengan upah minimum tidak akan membantu dalam memiliki rumah di masa depan. Mereka juga menyoroti bahwa dalam 10 tahun ke depan, nilai uang tersebut bisa turun akibat inflasi. Hal ini membuat proses untuk memiliki rumah menjadi semakin sulit.

Beberapa komentar netizen menyatakan bahwa potongan tapera sebesar 3% seharusnya membantu dalam membeli rumah, namun dengan jumlah yang terbatas setelah 10 tahun, hal ini menjadi sulit untuk mewujudkannya. Kritik juga disampaikan terhadap kebijakan pemerintah terkait tapera yang dianggap kurang tepat dalam membantu pekerja memiliki rumah di masa depan.

@Strategi_Bisnis

Namanya Tapera Tabungan Perumahan Rakyat.
Dipotong 3% buat beli rumah.
2,5% dari pegawai.
0,5% dari kantor.
Kalau gaji Rp 5 juta, dapatnya Rp 150 ribu per bulan. Setahun Rp 1,8 juta.
Kapan yak bisa kebeli rumahnya. Wkwkwk.

@YooStoleMaHeart

Misal gaji 6jt, buat Tapera 3% nya yaitu 180K, misal ditabung selama 10 tahun aja cuma dapet 21.6 Juta. Ada inflasi, dalam 10 tahun ke depan nilai nya turun
Emang bisa beli rumah pake duit 21.6 Juta?
Buat DP? Lah ngumpulin DP nya aja 10 tahun ????
Inimah akal2an pemerintah ????

 
@KukoGemaz
 
Itu sewa rumah atau sewa pelabuhan Kok bisa sampai 100 tahun ?
 
@ah_terserah
 
Tenang kang rejeki udah ada yang ngatur, tapi banyak yang motong
alejandro carlos
 
@alejandcarls
 
 
Akal-akalan biar bisa ditilep uangnya. Nanti buzzer pada dikerahin buat bikin narasi "ah elah cuman 3% aja banyak nuntut".

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah