Mengungkap Alasan Khatib Salat Id Bantul Membahas Kecurangan Pemilu yang Membuat Jamaah Membubarkan Diri

- 13 April 2024, 18:36 WIB
Video viral: Jamaah meninggalkan salat Idulfitri di Bantul karena khotbah politik. Kementerian Agama mengimbau patuhi panduan resmi
Video viral: Jamaah meninggalkan salat Idulfitri di Bantul karena khotbah politik. Kementerian Agama mengimbau patuhi panduan resmi /Jurnal Ngawi /

RUBLIK DEPOK - Pada hari Rabu (11/4/2023), Untung Cahyono, khatib salat Idulfitri di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, DIY, menyampaikan materi khotbahnya yang menyinggung tentang kecurangan pemilu. Hal ini menimbulkan beragam reaksi di masyarakat.

Pada hari Sabtu (13/4/2023), Untung menjelaskan alasannya menyampaikan materi politik dalam ceramahnya.

Ia mengklaim bahwa materi khotbah tentang politik yang ia sampaikan tidaklah banyak. Ia sengaja menyelipkan topik tersebut dengan maksud untuk saling mengingatkan sebagai sesama umat muslim.

"Sebagai seorang muslim, saya harus terus belajar dan memperhatikan banyak hal saat mengkritik suatu hal. Hal ini dikarenakan ajaran Islam sendiri mengajarkan untuk saling mengingatkan dalam berbuat baik dan bersabar," ujar Untung.

Menurut Untung, dalam konteks saling mengingatkan, tidak ada batasan siapa saja yang harus diingatkan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan peduli terhadap sesama umat muslim. "Siapa pun yang perlu diingatkan, maka harus diingatkan," tambahnya.

Untung juga mengungkapkan bahwa materi ceramah secara keseluruhan telah ia siapkan dengan matang.

Ia berharap pesan yang disampaikannya dapat diterima dengan baik oleh jamaah yang hadir. Hal ini juga sejalan dengan tujuan dari ceramah salat Idulfitri yang bertujuan untuk mengingatkan umat muslim agar tetap berpegang pada ajaran agama.

Dalam kesempatan tersebut, Untung juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat dalam politik adalah hal yang wajar. Namun, sebagai seorang muslim, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjauhi segala bentuk perpecahan yang dapat mengganggu keutuhan negara.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah