Remaja Pria 17 Tahun Ditahan Selama 7 Hari Usai Menusuk Seorang Ibu di Bogor

- 10 Mei 2024, 23:38 WIB
Ilustrasi penusukan.
Ilustrasi penusukan. /Pixabay.com/
 

RUBLIK DEPOK -  Seorang remaja pria berusia 17 tahun yang berinisial T ditahan selama tujuh hari setelah menusuk seorang ibu bernama Titin yang berusia 55 tahun di Gang Pasama, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

T ditahan sejak Rabu (8/5/2024) setelah statusnya ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum.

“Statusnya sudah jadi tersangka. Pelaku masih ditahan di sini (Polsek Bogor Tengah) selama tujuh hari, berarti ini sudah hari kedua,” ujar Kapolsek Bogor Tengah, AKP Agustinus Manurung, Jumat (10/5/2024).

Agustinus menjelaskan bahwa masa penahanan dapat diperpanjang jika diperlukan oleh kejaksaan. “Tergantung, kalau kejaksaan ditujukan ke rutan, waktu penahanan akan bertambah,” kata Agustinus.

Dikarenakan pelaku masih di bawah umur, penahanan terhadap T mengacu pada Undang-undang Sistem Perlindungan dan Peradilan Anak. Sedangkan atas perbuatannya, T dijerat Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dan dapat dikenakan hukuman lima tahun penjara.

“Sesuai dengan undang-undang anak dia masih anak-anak. Pelaku dikenakan pasal 351 penganiayaan, lima tahun penjara,” ungkap Agustinus.

Sebelumnya, T ditangkap setelah menusuk Titin dalam kondisi mabuk. Kejadian bermula saat T sedang pesta minuman keras (miras) bersama dua temannya.

Dalam kondisi mabuk, T berselisih dengan salah satu temannya dan terjadi perkelahian. T yang merasa ketakutan memutuskan melarikan diri dan bersembunyi di rumah Titin.

Ketika Titin terbangun dan menegurnya, T panik dan menyerang dengan menggunakan pisau dapur hingga menyebabkan luka pada perut korban.

Akibat kejadian tersebut, Titin langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Eko Agus, Kasie Humas Polres Kota Bogor, menjelaskan bahwa korban hanya mendapatkan perawatan berobat jalan.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah