Bendungan Surut, Desa-desa yang Pernah Tenggelam di Waduk Jatigede Kembali Muncul ke Permukaan!

- 12 Mei 2024, 01:10 WIB
Waduk Jatigede
Waduk Jatigede /PUPR

 

 

RUBLIK DEPOK - Kemarau panjang telah menyebabkan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengalami surut. Akibat menipisnya air di waduk terbesar kedua di Indonesia ini, permukiman dan jalan yang sebelumnya tenggelam kembali muncul ke permukaan.

sisa-sisa bangunan rumah warga/Youtube Jejak Pilemburan
sisa-sisa bangunan rumah warga/Youtube Jejak Pilemburan

Dibangun dengan biaya sekitar Rp 3 triliun, bendungan ini telah menciptakan kembali desa-desa yang dulunya terendam. Bendungan merupakan struktur besar yang sengaja dibangun untuk menampung air dalam jumlah besar untuk keperluan irigasi dan distribusi air.

Bendungan Jatigede di Sumedang, Jawa Barat ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan mulai dibangun pada tahun 2008 saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proyek ini melibatkan penenggelaman 28 desa di berbagai kecamatan di Sumedang.

Pada 27 Oktober 2023, waduk ini mengalami surut karena musim kemarau yang berkepanjangan, dengan tinggi muka air waduk turun hingga 241 meter di atas permukaan laut. Surutnya air Waduk Jatigede merupakan bukti efektifnya bendungan ini dalam mengelola pasokan air.

Bendungan Jatigede memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai penyedia air irigasi untuk 90.000 hektar lahan pertanian dan sebagai sumber air baku sebanyak 3.500 liter per detik.

Pembangunan bendungan ini telah direncanakan sejak tahun 1963 pada masa pemerintahan Soekarno, namun baru berhasil direalisasikan pada tahun 1982 di masa pemerintahan Soeharto.

Bendungan ini diresmikan pada 31 Agustus 2015 oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah