Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Yosep Hidayah dan Rekaman CCTV, Penyidik Diduga Ikut Tutupi Kasus

- 12 Mei 2024, 01:54 WIB
Dua tersangka Yosef dan Danu sejak awal sudah dicurigai sebagai pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021
Dua tersangka Yosef dan Danu sejak awal sudah dicurigai sebagai pelaku pembunuh ibu dan anak di Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021 / istimewa /

RUBLIK DEPOK - Sidang ke-9 kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, yang dikenal sebagai kasus Subang, telah memberikan titik terang baru mengenai urutan kejadian tragis tersebut.

Kasus ini memang terbilang lambat dalam penanganannya. Kejadian pembunuhan ibu dan anak ini terjadi pada tanggal 18 Agustus 2021. Baru pada bulan Mei 2024, setelah hampir tiga tahun, kasus ini memasuki fase persidangan.

Kecurigaan akan adanya oknum aparat yang terlibat dalam kelambatan penanganan kasus Subang semakin terungkap dalam sidang ke-9 yang berlangsung pada Rabu (8/5/2024).

Yosep Hidayah, terdakwa utama dalam kasus Subang, semakin terpojok setelah muncul pengakuan dari pemilik toko foto kopi yang terletak di sebelah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Awalnya, rekaman CCTV dari toko foto kopi tersebut dilaporkan rusak, namun ternyata tidak demikian. Pemilik toko tersebut mengaku takut dengan orang-orang yang menanyakan hal tersebut.

Baca Juga: 2 Tahun Jadi Misteri: Suami Sekaligus Ayah Bersama Istri Muda Menjadi Otak Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Rekaman CCTV

Rekaman CCTV dari toko foto kopi itu mengungkapkan kejadian sebenarnya di pagi hari pembunuhan Tuti dan Amel. Seorang saksi bernama Angger Pratama Nugraha menceritakan bahwa ia melihat dua orang di seberang TKP, yaitu Terdakwa Yosep Hidayah dan seseorang yang tidak dikenalnya.

"Dalam rekaman CCTV tersebut, saya melihat pada pukul 05.30 WIB ada dua orang laki-laki di seberang jalan rumah TKP yang terkena sorotan lampu mobil yang menuju Sagalaherang. Mereka terlihat menyeberang, satu di antaranya saya kenal sebagai pak Yosep, namun yang satunya tidak saya kenal," ujar Angger, pemilik fotokopi di samping TKP.

Angger juga menceritakan bahwa pada tanggal 19 Agustus 2021 pukul 22.00 WIB, ada tamu yang meminta melihat rekaman CCTV yang dimilikinya. Namun, karena takut kepada orang-orang yang tidak dikenal, Angger mengatakan bahwa CCTV miliknya rusak.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah