Lakukan Pelecehan Seksual, Dosen LB Filsafat Unpar Dinonaktifkan!

- 14 Mei 2024, 09:33 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual
Ilustrasi Pelecehan Seksual /Foto/Ilustrasi /

RUBLIK DEPOK - Kehebohan terjadi di media sosial akibat dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang bernama Syarif Maulana. Kasus ini menjadi viral setelah sebuah unggahan di media sosial X pada 9 Mei 2024 mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Filsafat tersebut.

Dalam unggahan tersebut, sejumlah mahasiswi Unpar mengaku telah mengalami pelecehan seksual berupa pesan-pesan cabul dan ajakan berhubungan badan dari pelaku. Hal ini juga dikonfirmasi oleh pelaku, Syarif Maulana, yang mengaku secara tegas bahwa ia melakukan perbuatan dugaan pelecehan seksual tersebut.

Syarif Maulana mengakui bahwa ia mengirimkan pesan-pesan lewat Whatsapp, DM X, atau Instagram yang berisi pesan genit dan flirting kepada sejumlah orang yang dikenalnya, baik langsung maupun hanya sebatas mutual di media sosial.

“Saya mengaku bersalah atas perbuatan mengirimkan pesan lewat Whatsapp, DM X, atau Instagram pada sejumlah orang yang saya kenal langsung atau sebatas mutual di media sosial, yang berisi pesan genit dan flirting seperti permintaan foto diri (PAP), ajakan untuk bertemu, ajakan untuk berelasi, dan dalam kasus tertentu berujung pada pengiriman pesan mesum, tidak sopan, dan tidak senonoh hingga ajakan berhubungan seksual,” kata Syarif Maulana dalam pernyataan tertulisnya.

Menanggapi kasus ini, Unpar dalam siaran persnya menegaskan bahwa Syarif Maulana tidak lagi diperkenankan melakukan aktivitas akademik maupun non akademik di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan. Pihak Unpar mencabut semua akses yang dimiliki oleh Syarif Maulana di lingkungan kampus sejak 13 Mei 2024 untuk memberikan kesempatan proses pemeriksaan dan pelaporan serta mencegah terulangnya perbuatan serupa.

Unpar juga mengimbau korban dugaan pelecehan seksual untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Tugas Penangan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) yang telah disediakan. Mereka juga menawarkan pendampingan hukum, psikis, dan psikologis kepada para korban pelecehan seksual untuk memberikan dukungan.

"Berdasarkan laporan media sosial tersebut, SM diduga melakukan kekerasan seksual di berbagai kelas yang diampunya. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada semua pihak, baik sivitas akademika Unpar (baik alumni/ mahasiswa aktif) maupun masyarakat umum, yang mengalami kekerasan seksual oleh ybs untuk segera melaporkannya kepada kami, Satgas PPKS Unpar," tulis Satgas PPKS Unpar melalui akun Instagram resminya, Minggu (12/5/2024).



Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah