Dilanda Depresi Berat, Siswi di Cimahi Utara Meninggal karena Perundungan Selama Tiga Tahun

- 11 Juni 2024, 19:08 WIB
Ilustrasi Korban Perundungan
Ilustrasi Korban Perundungan /Pixabay/WOKANDAPIX

RUBLIK DEPOK -  Seorang siswi di salah satu SMK Kesehatan di Cihanjuang, Cimahi Utara, Jawa Barat, berinisial N, meninggal dunia pada Kamis, 30 Mei 2024 lalu. N diduga mengalami depresi berat akibat perundungan yang dilakukan oleh teman seangkatannya di sekolah selama tiga tahun, dari kelas 10 hingga akhir kelas 12.

Kronologi peristiwa dimulai tahun 2021, ketika N pertama kali mengalami perundungan. Ibunya, Siti Aminah, mengetahui hal ini dari teman putrinya, karena N tidak pernah menceritakan masalah tersebut kepadanya. Aminah hendak melaporkan kejadian ini ke sekolah, namun N melarangnya dengan alasan tidak ingin memperparah keadaan.

Meskipun Aminah menganggap masalah tersebut selesai, perundungan terhadap N terus berlanjut hingga tahun 2024. Pada tahun tersebut, kondisi psikis N semakin memburuk. Aminah melaporkan kejadian ini ke sekolah dan bahkan mengirimkan video yang memperlihatkan kondisi putrinya kepada pihak sekolah dan terduga pelaku.

Pada 11 Mei 2024, kondisi psikis N semakin memburuk. Dia sering menyebut nama terduga pelaku perundungan dan mengalami kejang-kejang. N dibawa ke klinik pada 13 Mei 2024 dan dirawat selama seminggu. Meskipun kondisinya mulai stabil, N harus dirawat lebih lanjut di RSJ jika gejala-gejala kembali muncul.

N dibawa pulang ke rumah neneknya di Cibogo, Bandung setelah keluar dari klinik. Pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku perundungan menjenguk N pada 27 Mei 2024, namun kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk berbicara. Pada 29 Mei 2024, N meminta untuk pulang ke rumahnya di Cihanjuang dan meninggal dunia pada 30 Mei 2024.

N dimakamkan pada 31 Mei 2024 setelah shalat Ashar. Aminah menyatakan bahwa almarhumah meninggal pada Kamis tanggal 30 Mei 2024 dan dimakamkan keesokan harinya.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah