Wisata Perpisahan Kelas, Pelajar MTs Persis 60 Bandung Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Pantai Pangandaran

- 14 Juni 2024, 16:49 WIB
Korban tenggelam yakni seorang siswa MTs Persis 60 Katapang, Kabupaten Bandung, yang terseret ombak hingga tewas tenggelam di Pantai Pangandaran, saat dievakuasi di RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (13/6/2024).*
Korban tenggelam yakni seorang siswa MTs Persis 60 Katapang, Kabupaten Bandung, yang terseret ombak hingga tewas tenggelam di Pantai Pangandaran, saat dievakuasi di RSUD Pandega Pangandaran, Kamis (13/6/2024).* /kabar priangan/Kiki Masduki

RUBLIK DEPOK - Tangis keluarga dan kerabat tak henti-hentinya mengiringi kepergian Hafid Arrafi Musafa (15) ke tempat peristirahatan terakhirnya di Kampung Bojongkoneng, Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya pada Jumat (14/6/2024). Hafid, seorang siswa MTS 60 Persis Katapang, meninggal dunia setelah terseret ombak di pantai Pangandaran.

Jenazah Hafid langsung dimakamkan di pemakaman keluarga. Beberapa keluarga dan kerabat hadir dengan penuh kesedihan sambil membawa jenazah Hafid ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, hanya terdengar tangis dan kesedihan dari keluarga dan kerabat yang hadir. Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda duka cita selama prosesi pemakaman.

Tangis keluarga semakin pecah saat jenazah Hafid dimasukkan ke liang lahat terakhirnya. Orang tua dan kakak Hafid menangis tanpa henti.

Hilman Arif, Wali Kelas 9C MTS 60 Persis Katapang, mengungkapkan bahwa Hafid adalah murid yang berprestasi, sering masuk dalam ranking 10 besar dalam pembelajaran.

Dia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada rangkaian perpisahan kelas 9 yang merupakan agenda wisata tahunan bagi siswa yang akan lulus.

"Memang ini kegiatan wisata kelas 9. Setiap kelas 9 selalu ada wisata, jadi memang betul ini acara wisata tahunan," katanya.

"Nah yang empat orang itu bergeser, pakai selancar. 4 orang itu sambil berenang. Kabar dari yang empatan itu, hafid sudah sempat minta tolong. Tiba-tiba ombak datang sampai ke lima kali. Jadi ombak datang, di lawan, ombak datang, di lawan, sampai lima kali. Terus anak dua orang itu Sidqi sama almarhum diterjang. Tapi yang dua orang Rafi dan Ragil itu udah ke darat duluan," jelasnya.

"Saat ada ombak, sidqi masih memegang selancar. Kata sidqi, pak abi aya anu masihan selancar. Pas mau dikasihin ke hafid, obak besar datang, dan hafid turut terbawa," tambahnya.

Hilman menambahkan bahwa jenazah Hafid ditemukan beberapa jam setelah kejadian dan langsung dibawa ke rumah duka di Katapang, Kabupaten Bandung.

Dia menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan takdir dari Allah, dan semua guru telah mengingatkan siswa untuk menjaga keselamatan sebelum kejadian tersebut terjadi.

Halaman:

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub