Cak Imin: Jangan Mengandalkan Giant Sea Wall, Walhi: Gian Sea Wall Mengancam Ekologi

- 22 Januari 2024, 11:50 WIB
Proyek pemerintah DKI Jakarta akan membangun Giant Sea Wall membentang di Teluk Jakarta sepanjang 33 km, Tujuan dari proyek tanggul raksasa ini yaitu untuk mengurangi banjir, menyediakan air tawar bersih dan menanggulangi masalah penurunan tanah di Jakarta. /pu.go.id/
Proyek pemerintah DKI Jakarta akan membangun Giant Sea Wall membentang di Teluk Jakarta sepanjang 33 km, Tujuan dari proyek tanggul raksasa ini yaitu untuk mengurangi banjir, menyediakan air tawar bersih dan menanggulangi masalah penurunan tanah di Jakarta. /pu.go.id/ /

RUBLIK DEPOK - Muhaimin Iskandar Cawapres nomor urut 1 mengritik pemerintahan Jokowi ayah dari Gibran Rakabuming Cawapres nomor urut 2 untuk tidak mengandalkan Giant Sea Wall

"Krisis iklim terjadi dan kita menyaksikan bencana ekologi terjadi dimana-mana. Negara harus serius mengatasinya," kata Cak Imin saat memaparkan visi-misinya dalam Debat Cawapres pada Minggu (21/1) malam.

"Tidak hanya mengandalkan proyek Giant Sea Wall yang tidak mengatasi masalahnya. Kita harus sadar pada kenyataan bahwa krisis iklim harus dimulai dengan etika. Sekali lagi etika," lanjutnya

Sementara tema debat Cawapres yang berlangsung malam tadi adalah pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Dalam hal ini Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto meminta proyek Giant Sea Wall kembali dilakukan. Ia berpendapat megaproyek itu adalah jawaban untuk mengatasi fenomena naiknya permukaan air laut hingga hilangnya sejumlah pulau di RI.

"Ini masalah bukan apakah bisa atau tidak bisa, ini harus kalau tidak Pantai Utara tenggelam," kata Prabowo

Apa Sebenarnya Giant Sea Wall

Giant Sea Wall adalah adalah proyek pembangunan tanggul laut raksasa untuk memitigasi dampak dari degradasi Pantai Utara

Megaproyek ini berwujud struktur yang terbuat dari beton atau bata, dibangun sejajar dengan pantai pada peralihan antara pantai dan daratan atau bukit pasir, untuk melindungi wilayah pedalaman dari gelombang dan mencegah erosi pantai.

Pembangunan Sejak 1994

Pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut raksasa mulai dibahas setidaknya sejak 1994 untuk kawasan pesisir utara Jakarta, namun rencana itu baru mulai diwujudkan di 2014. Pembangunan tanggul itu menjadi bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang terbagi dalam tiga fase pengerjaan, yaitu A, B, dan C.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah