Mengenal Locus Delicti dan Tempus Delicti dalam Hukum Pidana

- 19 Mei 2024, 01:00 WIB
ilustrasi Police Line
ilustrasi Police Line /ValynPi14/Pixabay/

RUBLIK DEPOK - Locus delicti dan tempus delicti merupakan dua konsep penting dalam hukum pidana yang seringkali digunakan dalam proses penanganan kasus tindak pidana. Kedua istilah ini berasal dari bahasa Latin, di mana "locus" berarti tempat dan "tempus" berarti waktu, sedangkan "delicti" berarti perbuatan pidana.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara lengkap tentang apa itu locus delicti dan tempus delicti serta bagaimana kedua konsep ini diterapkan dalam praktik hukum pidana.

Locus Delicti

Locus delicti adalah istilah yang digunakan untuk menyebut tempat terjadinya suatu tindak pidana. Dalam hukum pidana, tempat terjadinya suatu tindak pidana memiliki peran penting karena dapat menentukan yurisdiksi pengadilan yang berwenang untuk menangani kasus tersebut.

Misalnya, jika suatu tindak pidana terjadi di wilayah Indonesia, maka pengadilan yang berwenang untuk menangani kasus tersebut adalah pengadilan di Indonesia.

Pengertian locus delicti juga dapat berbeda tergantung pada jenis tindak pidana yang terjadi. Misalnya, jika tindak pidana yang terjadi adalah pencurian di suatu toko, maka locus delicti adalah tempat toko tersebut berada. Namun, jika tindak pidana tersebut adalah penipuan melalui telepon, maka locus delicti dapat berupa tempat di mana si pelaku melakukan panggilan telepon tersebut atau tempat di mana korban berada.

Dalam praktiknya, locus delicti seringkali ditentukan berdasarkan alamat tempat terjadinya tindak pidana, di mana alamat tersebut akan dicantumkan dalam dakwaan atau surat tuntutan jaksa. Namun, terdapat juga kasus di mana terdakwa dituntut di pengadilan yang berada di lokasi yang berbeda dengan tempat terjadinya tindak pidana.

Hal ini dapat terjadi jika terdakwa ditangkap di tempat yang berbeda dengan tempat terjadinya tindak pidana atau jika wilayah yang terbukti terjadi tindak pidana tersebut berada di bawah yurisdiksi pengadilan yang berbeda.

Tempus Delicti

Tempus delicti adalah istilah yang digunakan untuk menyebut waktu terjadinya suatu tindak pidana. Waktu terjadinya suatu tindak pidana juga memiliki peran penting dalam hukum pidana karena dapat menentukan berbagai hal, seperti batas waktu penuntutan, penerapan hukuman, dan sebagainya.

Batas waktu penuntutan atau preskripsi adalah salah satu contoh penerapan tempus delicti yang penting dalam hukum pidana. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, batas waktu penuntutan tindak pidana umumnya adalah 15 tahun sejak waktu terjadinya tindak pidana.

Namun, terdapat juga beberapa tindak pidana yang batas waktu penuntutannya lebih lama atau bahkan tidak ada batas waktu penuntutan sama sekali, seperti tindak pidana korupsi.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah