Mengenal Lebih Lanjut tentang Konsep Asian Values dan Pengaruhnya pada Pemerintahan dan Masyarakat

- 7 Juni 2024, 15:11 WIB
Asian value menjadi trending di Twitter karena podcast Arie Putra dan Budi Adiputro di kanal YuoTube mereka, Total Politik mengundang Pandji Pragiwaksono.
Asian value menjadi trending di Twitter karena podcast Arie Putra dan Budi Adiputro di kanal YuoTube mereka, Total Politik mengundang Pandji Pragiwaksono. /Tangkap layar YouTube Total Politik

RUBLIK DEPOK - Istilah asian value muncul setelah pembawa acara podcast Total Politik, Arie Putra, mengungkapkan bahwa Pandji sensitif ketika membahas politik dinasti, yang menurutnya adalah hak warga negara.

Pandji mempertanyakan pernyataan Arie, yang akhirnya membawanya pada pembicaraan tentang 'Asian value'. Keduanya sepakat bahwa politik dinasti adalah hak asasi manusia dan dapat terjadi tanpa masalah.

Sejak saat itu, istilah Asian value menjadi populer terutama di media sosial X (sekarang Twitter). Sampai saat ini, Kamis (6/6/2024), sudah ada sekitar 48 ribu posting yang membahas asian value.

Asian value merujuk pada serangkaian nilai-nilai yang dipromosikan oleh beberapa pemimpin politik dan intelektual di Asia sejak akhir abad ke-20, seperti mantan perdana menteri Singapura, Lee Kuan Yew.

Para pendukung Asian value percaya bahwa ekonomi di Asia Timur berkembang karena adanya kesamaan budaya, terutama warisan Konfusianisme. Konfusianisme adalah sistem pemikiran dari Tiongkok kuno yang mencakup tradisi, filsafat, agama, teori pemerintahan, dan gaya hidup.

Mereka yang mengamini Asian value meyakini bahwa nilai-nilai politik Barat tidak sesuai untuk masyarakat Asia karena terlalu mementingkan individualisme dan legalisme yang berlebihan, yang dapat mengganggu tatanan sosial dan kemajuan ekonomi.

Nilai-nilai yang sering dikaitkan dengan Asian value termasuk disiplin, kerja keras, berhemat, prestasi pendidikan, keseimbangan antara kebutuhan individu dan masyarakat, serta penghormatan terhadap otoritas.

Meskipun memiliki nilai positif, konsep Asian value juga memicu perdebatan di masyarakat Asia sendiri, terutama seputar persaingan visi modern dan bagaimana masyarakat Asia seharusnya diatur.

Deklarasi Bangkok tentang Hak Asasi Manusia pada tahun 1993 menegaskan beberapa poin penting terkait Asian value, seperti pertumbuhan ekonomi, prioritas pembangunan ekonomi bagi masyarakat yang berjuang melawan kemiskinan, dan pentingnya hak-hak sosial dan ekonomi.

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah