Klaim Udara Bersih! Walkot Depok: Kita Punya Alat Sendiri, Tapi Malah Ada 4.272 Kasus ISPA di Kalimulya Depok

- 17 Agustus 2023, 06:02 WIB
Mohammad Idris, Walikota Depok, klaim udara depok sehat
Mohammad Idris, Walikota Depok, klaim udara depok sehat /Instagram Mohammad Idris/

RUBLIK DEPOK - Walikota Depok Mohammad Idris mengaku kualitas udara di Depok masih aman. Hal itu ia sampaikan berdasarkan alat pengukur kualitas udara yang terpasang di sejumlah titik di kota Depok. Idris menyebutkan, kualitas udara di Depok bahkan lebih bagus daripada wilayah di sekitarnya

Idris mengatakan bahwa, jumlah industri di Kota Penyanggah ini tidak sebanyak jumlah industri di wilayah tetangga, ia menilai udara Kota Depok masih aman dari polusi "Menurut alat yang kami punya, itu masih jauh di bawah kota-kota metropolitan yang ada di sekitar kita. Karena memang relatif pabrik-pabrik lebih sedikit ketimbang daerah lainnya," jelas Idris, Rabu 16 Agustus 2023.

"Masih aman dan sangat aman," sambungnya. Menurut dia, alat ukur kualitas udara milik Pemkot Depok itu dipasang di sejumlah titik yang kualitas udaranya berpotensi tercemar, misalnya di Jalan Margonda Raya dan Jalan Raya Sawangan. Meski demikian, Idris tak merinci angka pasti berapa alat ukur kualitas udara yang dimiliki Pemkot Depok. "Kami sudah lama sebenarnya ya untuk penelitian, survei, masalah kualitas udara. Bahkan kami tempatkan sebuah alat di tempat-tempat yang memang berpotensi pencemaran udara," kata Idris.

Baca Juga: Wali Kota Depok: Udara Depok Masih Aman Dari Polusi, IQAir: Udara di Depok Tidak Sehat

Pernyataan Mohammad Idris tentang udara Kota Depok yang masih relatif aman, justru malah terdapat 4.272 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Kalimulya, Depok, Jawa Barat.

Terhitung sejak Januari-14 Agustus 2023 mencapai 4.272 kasus. "Terdapat 4.272 kasus ISPA sampai dengan 14 Agustus 2023 (sejak Januari 2023)," papar Kepala Puskesmas Kalimulya Agustina Ika Damayanti.

Kasus ISPA di Puskesmas Kalimulya mengalami peningkatan sejak dua bulan terakhir. Dalam kesempatan itu, Agustina enggan mengungkapkan penyebab lonjakan kasus ISPA di Puskesmas Kalimulya.

Salah pasien ISPA adalah balita yang menderita pneumonia. Ia menambahkan, untuk meminimalisir kasus ISPA, Puskesmas Kalimulya meminta warga agar tetap menggunakan masker meskipun kini pandemi Covid-19 dinyatakan sudah berakhir. "Masyarakat untuk tetap menggunakan masker, walaupun pandemi COVID-19 sudah dinyatakan selesai," jelasnya

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah