Kelangkaan Bawang dan Cabai di Pasar Tradisional Kota Depok Picu Kenaikan Harga

- 13 April 2024, 20:51 WIB
/Instagram @bimaaryasugiarto/

RUBLIK DEPOK - Pasca Lebaran, harga bawang dan cabai di pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengalami lonjakan tajam akibat kelangkaan pasokan. Kenaikan harga bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal.

Berdasarkan pantauan di Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Kemirimuka, Pasar Cisalak, dan Pasar Sukatani, lapak-lapak pedagang banyak yang kosong. Jika pun tersedia, harganya mahal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Agung, Raden Hermawan, membenarkan kelangkaan tersebut. Ia menyatakan pasokan cabai dan bawang di lapak pedagang mulai menghilang sejak Lebaran H+1.

“Penyebabnya pertama pengiriman kosong, kedua curah hujan tinggi di daerah, kemudian ketiga petani cabai dan bawang sedang menikmati suasana hari besar keagamaan, itu yang membuat pasokan dari petani tersendat, dan membuat harga naik dua kali lipat dari harga normal,” jelas Raden.

Kenaikan harga ini membuat para ibu rumah tangga kebingungan. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan cabai dan bawang yang merupakan kebutuhan pokok.

“Bawang dan cabai merupakan kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan oleh masyarakat khususnya emak-emak. Sebab tanpa campuran cabai dan bawang rasa masakan seperti kurang sedap,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Tugu, Ikhwan Suryadin Nasution.

Kelangkaan ini juga dirasakan di Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar Sukatani, Tri Handoko, menyatakan kelangkaan sudah terjadi sejak beberapa hari lalu.

“Kelangkaan komoditas cabai dan bawang telah terjadi pada H+1. Kelangkaan sudah terjadi beberapa hari lalu dan berlanjut hingga H+3 atau hari ini,” ungkapnya.

Berikut rincian kenaikan harga cabai dan bawang di beberapa pasar tradisional Depok:

Halaman:

Editor: Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah