Mengevaluasi Dampak Kecelakaan Subang, Pj Gubernur Jabar Terbitkan SE Study Tour

- 13 Mei 2024, 09:24 WIB
Inilah penampakan Bus Putera Fajar yang mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana Depok mengalami Kecelakaan di Subang pada Sabtu, 11 Mei 2024
Inilah penampakan Bus Putera Fajar yang mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana Depok mengalami Kecelakaan di Subang pada Sabtu, 11 Mei 2024 /Instagram @Infojawabarat/

RUBLIK DEPOK - Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur tentang pelaksanaan tur sekolah atau study tour setelah terjadi kecelakaan maut yang melibatkan bus pengangkut rombongan pelajar Depok di jalanan Ciater, Subang, akhir pekan lalu.

Surat edaran yang diberi nomor 64/PK.01/Kesra tentang Study Tour tersebut meminta sekolah untuk memperhatikan kondisi kendaraan yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, surat edaran tersebut juga memperketat izin kegiatan study tour yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan di wilayah masing-masing. Salah satu ketentuan yang ditegaskan adalah larangan untuk melakukan study tour ke luar kota.

Surat edaran ini diteken oleh Bey pada tanggal 12 Mei 2024, sebagai upaya antisipasi mengingat akan banyaknya satuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat yang akan melaksanakan study tour menjelang akhir tahun pelajaran dan liburan sekolah.

"Kami meminta kepada bupati dan wali kota untuk mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk mematuhi ketentuan ini," ucap Bey dalam surat edaran tersebut.

Kecelakaan yang melibatkan bus pengangkut rombongan pelajar Depok di jalanan Ciater, Subang, akhir pekan lalu telah menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat

Hal ini tentunya menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam mengatur kegiatan study tour yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di wilayah Jawa Barat. Bey menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan siswa harus menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini.

Dalam surat edaran tersebut, Bey juga meminta agar setiap sekolah yang akan melaksanakan study tour untuk memastikan bahwa kendaraan yang digunakan dalam kegiatan tersebut dalam kondisi yang baik dan layak untuk digunakan.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk memperhatikan kesiapan dan kelayakan peserta study tour, serta mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya surat edaran ini, diharapkan kegiatan study tour di Jawa Barat dapat dilaksanakan dengan lebih tertib dan aman. Pemerintah berharap agar kejadian kecelakaan yang melibatkan siswa dalam kegiatan study tour tidak terulang di masa yang akan datang.

Halaman:

Editor: Jamhari Ali Gani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah