Kakek 58 Tahun dari Depok Dituduh Mencabuli Cucu, Namun Dia Mengaku Tak Bersalah

- 11 Juni 2024, 18:26 WIB
/Pixabay

RUBLIK DEPOK - Seorang kakek di Depok dilaporkan kepada polisi oleh anaknya karena diduga mencabuli cucunya. Kakek tersebut membantah tuduhan tersebut.

Ketika diwawancarai oleh detikcom, kakek berusia 58 tahun itu menceritakan bagaimana dirinya dilaporkan ke polisi. Kakek mengaku kaget dan tidak pernah melakukan tindakan yang tidak pantas tersebut.

"Saya tidak pernah melakukan pencabulan terhadap cucu saya. Saya kaget ketika ditangkap, baru saat Magrib tanggal 4 Juni, saya ditanya kenapa saya ditangkap. Polisi mengatakan bahwa saya diduga melakukan pelecehan dan perkosaan terhadap anak. Saya merasa sangat terkejut, saya bukanlah orang yang memiliki kecenderungan seksual yang menyimpang. Saya tidak pernah melakukan perkosaan terhadap cucu saya, bahkan saya tidak mau mendekati anak-anak, apalagi melakukan hal tersebut," ujar kakek tersebut di kediamannya di Tapos, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (11/6/2024).

Dalam keterangan ibu cucunya, kakek disebut melakukan pemerkosaan terhadap anak laki-laki berusia 9 tahun dan anak perempuan berusia 7 tahun. Bahkan, nenek atau istri kakek tersebut dituduh mengelap darah dari alat vital si anak.

Namun, kakek membantah tuduhan tersebut. Dia mengatakan bahwa tidak pernah terjadi kejadian seperti yang dituduhkan.

"Tidak ada yang seperti itu terjadi. Mereka mengatakan bahwa saya melakukan pemerkosaan di kamar mandi, padahal itu tidak pernah terjadi," ungkapnya.

Kakek juga menceritakan bahwa tuduhan tersebut muncul karena motif sakit hati. Ibu cucunya sakit hati karena keinginannya tidak terpenuhi.

"Dugaan ini muncul karena rasa sakit hati. Mama (ibu cucu) kesal karena tuntutannya tidak dipenuhi. Saya tidak menerima tuduhan ini. Jadi, saya laporkan dia ke polisi terkait penggelapan motor," jelas kakek tersebut.

Kakek juga menyatakan bahwa meskipun dia marah dengan perilaku anak dan menantunya, dia masih mencintai mereka dan tidak ingin melaporkan mereka atas pencemaran nama baik.

Editor: Iswahyudi


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah